"Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat masih harus terus berupaya untuk menyelesaikan sisa-sisa program Citarum Harus yang harus diselesaikan pada 2020. Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, saat meninjau korban banjir di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung."

KAB. BANDUNG- Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat masih harus terus berupaya untuk menyelesaikan sisa-sisa program Citarum Harus yang harus diselesaikan pada 2020. Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, saat meninjau korban banjir di Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

“Curug Jompong ini sekarang lagi kerja keras tapi dia tidak sanggup sepenuhnya karena memang bukan solusi satu-satunya, curug jompong ini harus berteman dengan pembelokan sungai Cisangkuy, nah itu belum selesai baru beresnya bulan Oktober,” ucapnya.

Menurut Gubernur, Sungai Cicangkuy ini jika belum dibelokkan, dia menyuplai air paling banyak ke Baleendah dan Dayeuhkolot sehingga wilayah tersebut sering tergenang jika hujan tiba.

“Nanti kalau Sungai Cisangkuy sudah selesai dibelokkan, itu In Shaa Allah 90% air yang biasa tumpah ke Baleendah dan Dayeuhkolot bisa dibelokkan ditambah rumah-rumah pompa dan danau retensi di Andir,” katanya.

Sejumlah lokasi yang menjadi tujuan peninjauan Gubernur di Kelurahan Andir, Kab, Bandung diantaranya bantaran Sungai Cisangkuy di Kampung Kulalet, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, yang merupakan anak sungai yang memberikan suplai air terbesar ke Sungai Citarum.

Bersama rombongan dari BPBD Jabar dan BBWS Citarum, Gubernur juga melakukan peninjauan pompa air dan pintu air yang ada di bantaran sungai Cisangkuy. (Parno)