"BANDUNG-Permasalahan pencemaran lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum membutuhkan ide kreatif dari generasi muda khususnya mahasiswa."

BANDUNG-Permasalahan pencemaran lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum membutuhkan ide kreatif dari generasi muda khususnya mahasiswa.

Hal itu diungkapkan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo saat memberikan pengarahan kepada 1.000 orang mahasiswa-mahasiswi se Bandung Raya dalam rangka Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga, Pembuatan Pupuk Kandang dan Tanaman Polibag, di Graha Tirta Jalan Lombok Kota Bandung, Sabtu (20/1/2018)

Kegiatan pengarahan ini juga dihadiri langsung oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi, Rektor Universitas Padjajaran Tri Hanggono Achmad, jajaran Kapolda Jawa Barat, serta para prajurit TNI Kodam III Siliwangi.

Kapendam III Siliwangi Kolonel Arh MD. Desi Ariyanto mengatakan, dengan menghadirkan generasi muda dalam kegiatan pengarahan ini, diharapkan para mahasiswa dan mahasiswi memberikan ide-ide kreatifnya untuk membantu merevitalisasi sungai citarum harum ini.

Selain itu berbagai kegiatan positif yang bersifat akademisi sehingga mampu berkontribusi dalam  merevitalisasi lagi sungai Citarum.

"Kita berharap mahasiswa menyumbangkan ide kreatifnya termasuk kegiatan positif sehingga membantu mengentaskan permasalahan sungai Citarum,"kata Kapendam

Menurutnya sungai Citarum memiliki peran strategis baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), masyarakat DKI dan sebagainya, sehingga membutuhkan ide-ide kreatif dari mahasiswa untuk menyelesaikan sungai citarum harum ini.

"Citarum ini sudah tercemar baik itu dari limbah merkuri ataupun juga dari pakan ternak yang tidak dimakan oleh ikan yang ada disana. Kita butuh butuh ide-ide baru dari para akademisi khususnya mahasiswa,"jelasnya.

Dia menyebutkan ITB mempunyai suatu temuan yang bisa membantu untuk memutihkan sungai citarum, dengan membuat temuan dari bakteri ekoli yang bisa digunakan untuk memurnikan sampah yang tidak bisa didaur ulang.

ITB menemukan bahwa bakteri ekoli bisa digunakan untuk memurnikan atau membuat yang tidak bisa di daur ulang itu bisa dimurnikan oleh bakteri ekoli dan ini luar biasa jadi hal-hal seperti ini yang diharapkan oleh Pangdam, Gubernur, dan Kapolda untuk bisa bersatu bersama-sama, dan tentu di ITB, Unpad dan kampus yang lainnya.

"Kita bermasalah dengan bakteri ekoli karena banyaknya masyarakat yang membuang tinja langsung ke sungai ini di,"ujarnya.

Selain itu, apabila ada mahasiswa yang mungkin suka dengan jurnalisme dan mereka masih muda mari bersama-bersama untuk menguak pabrik-pabrik mana saja yang selalu membuang limbahnya ke sungai.

"Kita angkat mana pabrik-pabrik yang memang buang limbah sudah sebarkan oleh mahasiswa sebarkan di media sosial kita berikan sanksi sosial,"pungkasnya. (MAT)