"BANDUNG- Sebagai bentuk respon terhadap program Citarum Harum yang digagas Kodam III/Siliwangi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membentuk tim yang tediri dari berbagai instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), PD. Kebersihan, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang)."

BANDUNG- Sebagai bentuk respon terhadap program Citarum Harum yang digagas Kodam III/Siliwangi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membentuk tim yang tediri dari berbagai instansi seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), PD. Kebersihan, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang).

Kepala Bappelitbang Kota Bandung, Heri Antasari mengatakan, untuk program Citarum Harum ini Pemkot Bandung telah menganggarkan biaya sebesar Rp 110 miliar hanya untuk penataan fisik sungai. 

"Anggaran tersebut disebar ke lima instansi, yakni DLHK, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), Dinas Tata Ruang, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan," ucapnya.

Menurut Heri, dana sebesar itu digunakan untuk penataan anak dan cucu sungai Citarum yang ada di seluruh wilayah Kota Bandung yang jumlahnya mencapai 46 sungai dengan panjang mencapai 265 km.

"Kota Bandung tidak dilalui langsung oleh Sungai Citarum, tetapi ada 46 anak dan cucu sungai yang mengalir di seluruh wilayah kota sepanjang 265 km, 9 anak sungai terbesar yaitu Sungai Citepus, Cidurian, Cikapundung Atas, Cikapundung Bawah, Cikapundung Kolot, Cibeureum, Cicadas, Cipamokolan dan Cinambo," tuturnya.

Dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Kamis (18/01), Heri menambahkan, di sepanjang sungai-sungai tersebut, pemerintah akan melakukan serangkaian program berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh Kodam III/Siliwangi sebelumnya. 

"Bersama Kodam kita akan melakukan berbagai program di sepanjang sungai tersebut," katanya. (Parno)