"Pengarahan Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan oleh Kasubdit Irigasi dan Rawa Ir. Djito, Sp.1 dan dari Tim UGM Yogyakarta Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, MA. Di depan para peserta Bimbingan Teknis Pelaksanaan TP-OP Irigasi dalam rangka Implementasi Pelaporan O&P Irigasi dengan Sistem Informasi dan Pelaporan O&P Irigasi (SIPOPI)."

Untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi, Direktorat Bina Opersi dan Pemeliharaan, telah melaksanakan penyelenggaraan Bimbingan Teknis Pelaksanaan TP-OP Irigasi dalam rangka Implementasi Pelaporan O&P Irigasi dengan Sistem Informasi dan Pelaporan O&P Irigasi (SIPOPI) bertempat di Kota Surabaya pada tanggal 13 s.d 15 Oktober 2016.

 
Dengan harapan bahwa semakin banyak tuntutan pelayanan kepada masyarakat akan semakin tinggi, karena itu penyelenggaraan kegiatan OP Irigasi ini sebagai salah satu mata rantai penting dalam pengelolaan sumber daya air perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh.Pada kesempatan yang baik ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) TP-OP Jaringan Irigasi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, mengirimkan utusannya sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.

 

Peserta dari Satuan Kerja Perangkat Daerah TP-OP Jaringan Irigasi Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat sdr. Elsan Septiana Fartin dan sdr. Ahmad Saepudin sebagai peserta Bimbingan Teknis Pelaksanaan TP-OP Irigasi dalam rangka Implementasi Pelaporan O&P Irigasi dengan Sistem Informasi dan Pelaporan O&P Irigasi (SIPOPI).

  1. Kondisi SDM Pelaksana OP Irigasi khususnya DI. Kewenangan Pusat masih belum terpenuhi berdasarkan data diketahui bahwa jumlah tenaga OP irigasi yang ada : 79,99 % dan kekurangan tenaga OP irigasi : 20,01%, sedangkan untuk tenaga OP irigasi kewenangan pusat berdasarkan data status kepegawaian diketahui bahwa 24,12 % berstatus PNS dan 75,88% berstatus Non PNS/Harian. Sehingga perlu pengaturan, pemetaan, dan penempatan personil pelaksana OP Irigasi dengan tepat sesuai dengan kuantitas, kualitas, ketrampilan dan keahlian.Direktur Jenderal SDA menaruh harapan yang besar kepada peserta Bimbingan Teknis Implementasi Pelaporan O&P Irigasi dengan Sistem Informasi dan Pelaporan O&P Irigasi (SIPOPI)   agar secara sungguh-sungguh bekerja dan selalu meningkatkan kesadaran dalam upaya peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan irigasi yang harapannya dari waktu ke waktu terus meningkat, mengingat  ada beberapa hal penting terkait pelaksanaan OP Irigasi yang perlu diperhatikan, yaitu :Kita menyadari bahwa Sistem Informasi dan Pelaporan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi yang telah disiapkan belum sepenuhnya sempurna, masih perlu adanya perbaikan baik rancangan sistim informasi maupun tahap rancangannya sesuai dengan Permen PU-PR Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Komunikasi di Kementerian PU-PR, namun dalam kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik dalam upaya meningkatkan pengelolaan irigasi kedepan.
  2. Belum Optimalnya Kondisi dan Fungsi Prasarana Irigasi Permukaan. Dari hasil Audit Teknis Kondisi Jaringan Irigasi Tahun 2015 dibandingankan kondisi hasil audit teknis tahun 2014 dengan kesimpulan bahwa Daerah Irigasi Kewenangan Pusat kondisi baik : 77,23 % menjadi 77,57%,  meningkat (0,34 %). Yang mana Audit Teknis dan Penilaian Kinerja Jaringan Irigasi harus dilakukan minimal satu tahun sekali.
  3. Data base OP SDA (jenis aset, kondisi, fungsi, dst) sebagian belum ada/terupdate.
  4. Kurangnya kepedulian terhadap kelembagaan OP setelah otonomi daerah. (Komisi Irigasi banyak yang belum terbentuk).
  5. Belum semua DI memiliki manual OP, harapannya pada tahun 2017 semua manual OP harus sudah selesai.

 

Sosialisasi Sistem Informasi dan Pelaporan O&P Irigasi (SIPOPI) di PPK Wilayah I dan II.

SOSIALISASI Sistem Informasi dan Pelaporan O&P Irigasi (SIPOPI) di PPK Wilayah III.